Membangun Sikap Mental yang Positif

Salam Jejak KITA!

Selama ini tentu kita sering mendengar bahwa orang yang sukses adalah orang yang memiliki sikap mental yang positif. Nah, kira-kira seperti apakah orang yang memiliki sikap mental positif itu dan bagaimana cara kita membangunnya?

Saya akan memulai dengan sebuah kisah, yaitu tentang pebasket Michael Jordan. Ia lahir pada tahun 1963, dan pada usianya yang ke-13 ia diminta oleh ayahnya untuk menjual t-shirt. Saat itu ia diminta menjual dengan harga $2, dan Michael kecil kaget, karena dia merasa paling mahal kaus tersebut dapat laku $1 saja. Tapi ia mencoba untuk menjualnya di sebuah stasiun kereta api yang ramai. Setelah 6 jam ia berusaha menawarkan, kaus tersebut terjual seharga $2. Selama 10 hari ia melakukan hal ini.

Hari ke-11, sang ayah memberikan kaus yang sama dengan perintah untuk dijual seharga $20. Michael terkejut dan hendak memprotes sang Ayah. Tetapi ayahnya berkata, "Selama kita menggunakan pikiran kita, maka akan ada jalan." Ternyata Michael pergi menawarkan kaus tersebut ke sebuah sekolah mahal tempat anak-anak kaya belajar. Kaus tersebut telah digambarnya dengan tokoh kartun Mickey dan Donald Duck. Seorang pengasuh membeli kaus tersebut seharga $20 untuk anak yang diasuhnya. Karena sang anak begitu senang dengan kaus tersebut, sang pengasuh menambahkan 5$ sebagai uang tip. Michael pulang membawa $25 yang setara dengan gaji ayahnya selama sebulan.

Setelah itu, sang ayah meminta Michael untuk menjual kaus yang sama seharga $200. Tidak kehilangan akal, Michael pergi ke lokasiĀ road show film Charlie Angels. Saat itu ia meminta tanda tangan Farah Fawcet, yang membintangi film tersebut. Setelah mendapatkan tanda tangan itu, Michael mengacungkan kaus tersebut dan dia melelang kaus bertandatangan tersebut mulai dari $200. Kaus tersebut terjual kepada seorang pengusaha seharga $1.200.

Apa yang terjadi pada Michael Jordan? Ia bukan hanya menggunakan kreatifitasnya, namun ia juga memiliki sebuah sikap mental yang positif. Ia berusaha untuk melakukan yang terbaik, tidak perduli bahwa ia berasal dari keluarga miskin dan berkulit hitam. Ia memiliki potensi yang luar biasa.

Saudara-saudara, bukankah kita semua diciptakan oleh Allah sebagai manusia yang penuh potensi? Tanpa sikap mental yang positif, maka potensi kita tidak bertumbuh. Kita mengamputasi potensi kita dan menghambat gerak ke arah yang lebih baik. Maka sikap mental positif adalah salah satu syarat untuk kita dapat berhasil mencapai apa yang kita inginkan.

Nah, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana cara kita membangun sikap mental positif? Membangun sikap mental yang positif tentu bukan proses instan. Ia membutuhkan latihan terus menerus dan konsistensi kita. Setidaknya ada beberapa hal yang perlu kita cermati, yaitu fokus kita, respon, konsistensi, semangat dan kegigihan kita. Dalam prosesnya bisa saja kita akan jatuh ke dalam pikiran-pikiran negatif, namun secepatnya kita harus bangkit dan mengisi pikiran dengan hal yang positif. Anda adalah penguasa diri Anda. Tuhan memberikan kebebasan kepada kita untuk bertindak. Jika kebebasan ini tidak kita gunakan dengan baik, jangan salahkan Tuhan jika apa yang kita inginkan tidak terwujud.

Semoga hari ini Anda dan kita semua dapat mempertahankan sikap mental positif kita dan meraih sukses. Salam Jejak KITA!